
Muh.Akbar-Internal Com.Director IMA SULSEL
DEPUTI REKTOR III Universitas Fajar
’Sihir’ CALEG DALAM PEMILU 2009 Formula UNHAS
Di sini, yang dimaksud sihir adalah janji. Janji yang dimaksud adalah pesan-pesan yang tertulis dan terdengar dalam media yang digunakan para calon anggota DPR ’menjual dirinya’ untuk dipilih menjadi pemenang dalam PEMILU
Dalam kegiatan komunikasi dan pemasaran, strategi ’menjual diri’ dengan pesan-pesan tertentu melalui media disebut beriklan. Dan, salah satu cara yang benar dalam beriklan adalah memilih pesan dan media secara tepat melalui segmentasi yang pas. Bukan asal-asalan. Dengan kata lain, tanpa kesesuaian antara pemilihan pesan dan media melalui segmentasi yang dalam, misi yang diemban oleh suatu ’sihir’ tidak akan tercapai.
Sebagaimana iklan, sihir yang baik adalah sihir yang mampu mencetak ide plus Sebagai pesan, iklan membawa misi. Misi adalah singkatan dari Mencetak Ide Strategis dalam ingatan calon pemilih (konsumen). Dan, sihir yang paling baik tentu adalah sihir yang dapat memberi pemecahan terhadap masalah tertentu. Dan, akan lebih baik bila sihir yang diberikan dapat diukur keberhasilannya oleh calon pemilih. Bukan malah sebaliknya, menambah masalah dan tidak terukur.
Menyambut PEMILU, salah satu misi sihir adalah untuk ‘mendongkrak’ jumlah pemilih. Untuk mencapai misinya, mantranya harus mampu mengubah tiga hal. Pertama, mengubah pola pikir. Kedua, mengubah sikap. Ketiga, mengubah prilaku. Di sini kekuatan simsalabim dan abakadbra tidak akan pernah berlaku. Kecuali kita semua yakin akan pendapat Howard Head, Pendiri Head Skis Prience Tennis, yang menyebut “ Anda harus percaya pada hal-hal yang mustahil”.
Selanjutnya bagaimana resep membuat matra sihir PEMILU? Banyak cara untuk cipta. Salah satunya adalah menggunakan formula UNHAS. Dalam formula ini, ’U’ berarti unik, ’N’ berarti nalar, ’H’ berarti hasrat, ’A’ berarti aksi, dan ’S’ berarti setia.
Dalam praktiknya, secara khusus melalui formula UNHAS, sihir yang akan lahir mengandung berbagai unsur. Pertama, unsur keunikan yang berarti beda dan menarik. Kedua, unsur nalar yang berarti masuk akal. Ketiga, unsur hasrat yang berarti diinginkan dan disetujui. Keempat, unsur aksi yang berarti dipilih. Kelima, unsur setia yang berarti didukung penuh.
Di balik kekuatan sihir yang maha dasyat melalui janji dan frekuensinya. Bukan berarti para calon tinggal duduk berpangku tangan, namun harus bekerja lebih keras lagi tanpa mengabaikan unsur pencitraan sebagaimana pendapat H. Wayne Huizenga, Pemilik Miami Dolphins yang menyebut bahwa ”satu-satunya rahasia bisnis saya adalah … bekerja lebih keras dari siapa pun”. Menyambut Pilkadal, kata ’bisnis’ diganti ’kemenangan’.
Selanjutnya bagi para calon dan tim sukses, patut mempertimbangkan pandangan Baron Pierre (sang penemu olimpiade modern) ”yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan, namun bagaimana bertanding dengan baik” Di sini, kata ’kehidupan’ kita ganti dengan kata ’PEMILU’ sehingga berbunyi ”Yang terpenting dari PEMILU bukanlah kemenangan, namun bagaimana bertanding dengan baik”.
Tinggalkan sebuah Komentar sejauh ini
Tinggalkan Komentar


